Pendidikan Sebagai Wahana Pembentukan Karakter Bangsa

Rp0.00

Judul Pendidikan Sebagai Wahana Pembentukan Karakter Bangsa
Penulis 1. Theodora S.N. Manu, M.Pd, 2. Drs. Lukas Manu, M.Pd, 3. Paulus Tnunay, S.Pd., M.Pd, 4. Drs. Poho Pabala, M.Pd
ISBN Dalam Proses
Halaman 547
Ukuran
Detail Produk Diterbitkan oleh: ARTHA Wacana Press Jl. Adisucipto 147, Oesapa, Kupang, NTT, Indonesia
Stok Ready
Berat
Harga Rp. ,-

 

 

 

 

DESKRIPSI ISI BUKU Pengantar Pendiidkan

Pendidikan merupakan suatu usaha orang dewasa memberikan pertolongan kepada orang yang belum dewasa kepribadiannya. Usaha itu bisa dilakukan oleh dewasa sejak masa pembuahan dalam kandungan seorang perempuan yang akan menjadi ibu. Usaha ini menjadi suatu bentuk kesadaran tentang pentingnya menjaga kehidupan dengan keterlibatan orang dewasa lain untuk menjaga pertumbuhan janin dalam kandungan sebagai bakal calon kehidupan seorang anak. Inilah usaha yang dianggap sebagai awal pendidikan yang bersifat informal dalam keluarga. Jenis pendidikan ini menjadi peletak dasar kehidupan secara manusiawi untuk membentuk karakter berupa sifat-sifat kepribadian seorang anak kelak.

Dari dalam keluarga, pendidikan di mulai untuk menjadi wadah pembentukan karakter seorang demi masa depan yang lebih baik melalui kegiatan menjaga kesehatan fisik dan emosi, merawat, mengasuh dan memelihara. Kegiatan pendidikan informal ini melalui berbagai bentuk proses sosialisasi nilai-nilai kehidupan yang manusiawi. Orang dewasa di sekeliling seorang anak tumbuh dan berkembang ada juga keterlibatan yang menjadi usaha pertolongan yang mengandung pendidikan yang bersifat non formal dari masyarakat melalui pergaulan sosial. Kegiatan pendidikan non formal berlangsung dalam bentuk kegiatan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan sosial dengan membentuk watak, mental dan ketrampilan hidup.

Kegiatan pendidikan yang berlangsung senantiasa seumur hidup manusia, sehingga sifatnya sepanjang hayat (Bahasa Inggris: Long live education). Sebab pendidikan senantiasa didorong oleh kebutuhan hidup yang bersifat kodrati dalam menjaga martabat manusia sebagai makhluk hidup berakal budi (Bahasa Latin: Homo Sapiens).  Akal budi merupakan kompetensi manusia yang mencakup aspek kemampuan atau potensi fisik/jasmani yang terdiri dari ketrampilan-ketrampilan motorik, sehingga disebut aspek kompetensi psikomotorik atau konaktif. Selain itu ada aspek kemampuan berpikir dengan fungsi syaraf otak dan gejolak perasaan bathin yang  menghasilkan pengetahuan, kebijaksanaan dan pengertian sehingga disebut aspek kompetensi kognitif. Lalu aspek kemampuan lain bersumber dari dorongan tekanan sel-sel darah akibat adanya kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan, maka muncul gejala kejiwaan dengan hawa nafsu didalamnya termasuk gejala emosi, sehingga di sebut aspek kompetensi afektif atau emosional.

Dalam konteks berbangsa dan bernegara, semua jenis dan bentuk pelaksanaan pendidikan mulai dari pendidikan informal, formal hingga non formal ikut diperhatikan penyelenggara negara melalui regulasi sistem pendidikan nasional di Indonesia. Salah satu regulasi utama yang menjadi acuan penyelenggaraan pendidikan adalah Undang-Undang (UU) nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang ini melahirkan regulasi yang menjadi dasar acuan hukum melalui berbagai Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri Pendidikan, Keputusan Menteri Pendidikan. Semua regulasi yang dilaksanakan oleh setiap lembaga penyelenggara pendidikan melahirkan suatu sejarah pendidikan nasional yang cukup panjang sejak awal kemerdekaan dan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Buku ini mengulas semua regulasi dengan aspek-aspek pendukung dalam sejarah pendidikan nasional di lingkungan NKRI.

Karena itu sistematika penulisan buku ini termasuk buku referensi yang terdiri dari 7 Bab isinya yakni : Bab 1 Pendahuluan; Bab 2 Manusia sebagai subyek pendidikan; Bab 3 Pendidikan sebagai usaha manusia mempertahankan eksistensi kemanusiaannya; Bab 4 Pendidikan sebagai sistem; Bab 5. Aliran-aliran filsafat pendidikan dan faktor-faktor pendidikan; Bab 6 Sejarah Perkembangan Pendidikan di Indonesia sejak masa Kolonialisme Eropa Abad ke-18 hingga zaman kemerdekaan Indonesia tahun 1945 – 2022; Bab 7 Masalah-masalah pendidikan nasional di Indonesia dan upaya untuk memecahkan.


SINOPSIS

Pendidikan secara komprehensif merupakan aktifitas manusia dalam rangka menjaga martabat kemanusiaannya sebagai makhluk hidup berakal budi (bahasa Latin: Homo Sapiens). Semua kelompok masyarakat manusia di bumi mulai dari keluarga , kaum keluarga, suku hingga bangsa memberi perhatian terhadap pendidikan dalam berbagai aktifitas kehidupan melalui berbagai bentuk tingkahlakunya mulai dari kebiasaan-kebiasaan bertutur kata, bersikap dan berbuat.  Bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan tahun 1945 mulai memberi perhatian terhadap pelaksanaan pendidikan anak bangsa dengan menetapkan regulasi sebagai dasar hukum yang bersifat politis melalui berbagai Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri Pendidikan hingga Keputusan Menteri Pendidikan. Akibat dari adanya regulasi mengenai sistem pendidikan nasional di Indonesia sebagai bangsa berdaulat, maka lahirlah suatu sejarah pendidikan nasional. Sejarah pendidikan nasional perlu dikaji sebagai dasar penyelenggaraan pendidikan nasional di Indonesia sebagai wadah pembentukan karakter bangsa. Buku ini mengkaji dasar-dasar teoritis dan praktek sistem pendidikan nasional di Indonesia secara historis untuk menjadi acuan bagi semua warga negara yang perlu menjaga martabat bangsa Indonesia melalui penyelenggaraan dan hasil dari pelaksanaan sistem pendidikan nasional.

Judul

Pendidikan Sebagai Wahana Pembentukan Karakter Bangsa

Penulis

1. Theodora S.N. Manu, M.Pd, 2. Drs. Lukas Manu, M.Pd, 3. Paulus Tnunay, S.Pd., M.Pd, 4. Drs. Poho Pabala, M.Pd

ISBN

Dalam Proses

Halaman

547

Ukuran

– cm

Detail Produk

Diterbitkan oleh: ARTHA Wacana Press Jl. Adisucipto 147, Oesapa, Kupang, NTT, Indonesia

Stok

Ready

Berat

Harga

Rp. ,-

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Pendidikan Sebagai Wahana Pembentukan Karakter Bangsa”

Your email address will not be published. Required fields are marked *