Memahami dan menelaah Bahasa secara linguistik sistemik fungsional sangat penting agar pesan yang disampaikan pembicara/penulis dapat disimak dan dicermati dengan baik oleh pendengar/penutur serta sebaliknya sama-sama dipahami dan selanjutnya terjadi komunikasi yang baik untuk sampai pada tujuan bersama. Namun, seringkali dalam komunikasi terjadi miskomunikasi. Hal ini disebabkan pembicara/penulis dan pendengar/pembaca memiliki konteks yang berbeda. Untuk itu dibutuhkan pemahaman konteks yang baik karena konteks sangat memengaruhi bahasa dan pesan yang disampaikan. Apabila hal ini terjadi, maka perlu memahami dan menelaah terdahulu bahasa atau teks, baik yang akan disampaikan maupun yang akan disimak.
Dalam era digital dan globalisasi saat ini ada banyak perangkat elektronik yang bisa digunakan untuk memfasilitasi penerjemahan bahasa asing apabila seseorang
tidak memahami suatu bahasa asing. Namun di balik kemudahan yang ada tidak jarang pula ditemukan adanya kesalahan makna yang dampaknya pada kesalahan dalam penafsiran terhadap makna itu. Kesalah pahaman dapat timbul dari pemakai bahasa baik secara tulisan maupun lisan. Hal ini terjadi karena pemahaman yang tidak seutuhnya dari suatu ujaran atau teks. Salah satu pendekatan yang dapat diimplementasikan untuk memahami dan menelaah Bahasa adalah menggunakan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsioanl (LSF) sangat cocok karena pendekatan ini secara sistemik memberikan manfaat untuk mengkaji pemakaian bahasa secara fungsional. Pendekatan LSF ini dapat membantu dalam analisis ideologi, konteks situasi dan konteks budaya yang direalisasikan dalam metafungsi makna bahasa serta selanjutnya direalisasi dalam leksikogramatika bahasa.
Buku ini dipersiapkan dan disajikan kepada para pembaca tentang bagaimana memahami dan menelaah bahasa secara linguistik sistemik fungsional. Kajian Bahasa secara linguistik sistemik fungsional akan membantu pemerhati bahasa mengkaji dan menelaah Bahasa dalam teks-teks tertulis dan lisan. Ada banyak teks-teks tertulis termasuk teks-teks lisan yang belum ditelaah, khususnya di Indonesia Bagian Timur, termasuk Provinsi NTT yang memiliki banyak bahasa daerah/lokal serta teks-teks lisan yang belum ditelaah untuk dijadikan teks tertulis. Teks-teks tersebut nantinya bisa digunakan dalam pembelajaran bahasa berdasarkan konteks situasi. Jika teks yang diajarkan sesuai dengan konteks situasi dan budaya, maka akan lebih
mudah bagi pembelajar memahami maknanya, kemampuan literasi ini akan menjadi bekal bagi mereka untuk memahami teks yang lebih luas, misalnya dalam buku-buku, artikel dalam jurnal, dll. Juga kemampuan untuk menuliskan ide yang bisa dibagikan kepada pembaca.
Pemahaman bahasa secara linguistik sistemik fungsional selain telah berkontribusi dalam bidang
pengajaran, LFF juga memberikan kontribusi kepada peneliti Bahasa dan pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Peneliti Bahasa akan terdorong untuk mengkaji Bahasa-bahasa lokal yang ada. Ritual-ritual menarik yang ada di masyarakat dapat dikaji agar menjadi bahan tertulis yang dapat menjadi warisan bagi geerasi mendatang. Sedangkan bagi Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Memahami dan Menelaah Bahasa Secara Linguistik Sistematik Fungsional dapat memberdayakan dan menyiapkan masyarakat di daerah pariwisata untuk belajar Bahasa Asing/Bahasa Inggris misalnya. Pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan Perguruan Tinggi yang merekrut tenaga pendidik, khususnya yang merekrut calon guru Bahasa dengan memanfaatkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Mahasiswa bisa diturunkan selama empat bulan untuk melakukan kegiatan di daerah pariwisata melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Mahasiswa secara simultan dapat melakukan beberapa kegiatan di daerah pariwisata dengan program mahasiswa salah satunya adalah
mengajar dan melatih pemuda dan masyrakat sekitar untuk menggunakan Bahasa Inggris pariwisa atau yang dikenal dengan English for Specific Purposes (ESP).
Kiranya buku ini yang difokuskan pada Bidang Ilmu Linguistik dapat memberikan kontribusi dan best practice bagi para pembaca, pelibat dan kita semua secara sistemik.






Reviews
There are no reviews yet.