Buku Penghormatan Ulang Tahun ke-70 Ir. Ansgerius Takalapeta terdiri dari lima bagian.
Bagian pertama, Ans Kecil Menuju Dewasa, yang menampilkan kehidupan Ans saat kecil, menempuh pendidikan, berorganisasi, berumah tangga, dan berkarir, baik di pemerintahan maupun politik. Bagian kedua, Kiprah dan Kontribusi Ans dalam urusan pemerintahan, ketahanan pangan, lingkungan hidup, pembangunan desa, pembangunan prasarana dan sarana, pembangunan sumber daya manusia, pendidikan tinggi, kemitraan strategis, dan politik. Bagian ketiga, Pembelajaran Kepemimpinan & Kebijaksanaan Seorang Ans Takalapeta berisi tentang cara memotivasi koperasi dan bank, bandara Mali dan TransNusa, pembelajaran dari Persidangan Sinode GMIT, Alor menginspirasi provinsi dan Flores Timur, meninggalkan Alor dengan cara yang tidak lazim, dan persiapan pensiun.
Bagian keempat, Ans Takalapeta di mata generasi muda, isteri dan anak-anak.
Tulisan Pendeta Elina Welmiria Otu, berupaya mengonstruksi dedikasi sang pemimpin untuk kemajuan perempuan Alor, dengan belajar dari pengalaman masa kecil dan remaja di Alor.
Pendeta Dina Meler, M. Th, istri dari Bapak Ans Takalapeta berupaya menyaksikan bagaimana membangun model “kepemimpinan partnership” bersama suami. Sebagai pendeta yang peduli dan terlibat dalam perjuangan keadilan dan kesetaraan gender, ia tidak sekedar memahami Bapak Ans sebagai suami, tetapi juga tokoh yang selalu hadir di setiap sudut keprihatinan hidup. Theodora Takalapeta, M.Psi., Psikolog (anak sulung) dari buah perkawinan Bapak Ans dan Mama Dina, berupaya merekonstruksi pola didikan orang tua, terkhusus Bapak Ans yang dalam batas-batas tertentu dimaklumi sebagai reaksi mental orang tua umumnya, akan tetapi
ia menyadari bahwa pola didikan sang ayah itu telah menghantarnya menjadi pribadi yang mandiri, sebagai dosen psikologi di Universitas Nusa Cendana Kupang. Anita Takalapeta (anak kedua), membuat refleksi mengenai bapaknya yang senantiasa menasehati agar tidak sekedar menghadapi tantangan, tetapi kalau dapat menciptakan tantangan sendiri. Teguh Lamentur Takalapeta (anak ketiga), mengakui bahwa, ia telah banyak diasah oleh bapaknya, ibarat bapak adalah busur panah, dan anak-anak adalah anak panah, dan Tuhan adalah Sang Pemanah. Kamu harus menjadi manusia autentik, berhati jernih. Andayani Takalapeta (Anak bungsu). Bagi Ani (Panggilan akrab Andayani), bapaknya adalah sahabat terbaik. Suatu saat nanti Ani pasti akan lebih jago daripada Papa. Ini kata-kata yang selalu diingat dari bapaknya saat bermain bersama di rumah. Ungkapan dari istri maupun anak-anak adalah sebuah konfirmasi impact dari proses pendidikan di dalam keluarga dengan menjadikan bapak sebagai pendidik, dan pangkuannya adalah wadah pendidikan pertama, sedangkan kurikulumnya adalah nasihat dan pengalaman hidup bersama anak-anak. Bagian kelima, Bunga rampai berisi tulisan sejumlah pakar dan praktisi di bidang masing-masing. Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc., Ph. D mengulas tentang pembangunan berkelanjutan sumber daya alam Alor, dan bagaimana memaksimalkan manfaat ekonomi dan sosial. Mengeksplorasi sumber daya alam Pulau Alor di Nusa Tenggara Timur, Indonesia, dan menganalisis bagaimana sumber daya tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan
untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi pulau ini dan masyarakatnya. Analisis ini mempertimbangkan sumber daya alam seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan energi terbarukan, serta membahas tantangan yang terkait dengan keberlanjutan, pelestarian lingkungan, dan pengembangan masyarakat lokal. Doktor Fredrik Abia Kande, yang mengamati bagaimana masa depan pendidikan terutama peran pendidikan tinggi pascapandemik Covid 19 dalam menghasilkan pemimpin masa depan. Ia membuat sebuah preskripsi tentang perlunya transformasi pendidikan, tidak sekedar menghasilkan scientist tetapi juga leader dengan kemampuan elastisitas yang mumpuni dalam menghadapi disrupsi di masa mendatang.
Apalagi dalam rangka mendukung upaya-upaya mencapai Visi Indonesia Emas 2045, diperlukan suatu transformasi pendidikan yang lebih adaptif, integratif, visioner, dan mondial. Theodora Takalapeta, M. Psi, seorang psikolog dari Undana mengulas Parenting Style, Gaya pengasuhan dari sudut pandang ilmu psikologi. If you want to change the word, go home and love your family”. Dengan mengutip kata-kata dari Mother Theresa itu, Theodora ingin mengajak kita untuk tidak abai terhadap kesejahteraan psikologis keluarga, terutama perkembangan psikologis anak. Karena dari situlah akan tumbuh generasi yang mantap sehat, tidak saja fisik tetapi juga mental. Pendeta Melsiana Tadji Lena, Pensiun, masa anugerah, membuat sebuah tinjauan teologi Kristen terhadap usia pensiun. Para pensiunan umumnya menunjukkan bahwa, kehidupan mereka berjalan terlepas dari jam tugas, namun memiliki potensi kontributif bagi keluarga dan komunitas karena kaya dengan pengalaman yang mempermudah pengembangan anak-anak atau generasi pemula. Mereka hadir sebagai pribadi yang memiliki bangunan pengalaman, memiliki banyak sekali contoh praktik baik dalam hidup, dan membicarakan nilai-nilai hidup.
Usia pensiun adalah usia anugerah, usia yang kaya akan pengalaman dan nilai-nilai kehidupan.
Sekalipun muncul kesadaran bagi sebagian pensiun sedang menuruni anak tangga kehidupan, akan tetapi justru pada usia itulah makna penghormatan ditegakkan.
| Judul | Pohon Emas Itu Telah Berbuah |
|---|---|
| Penulis | Ir. Ansgerius Takalapeta |
| ISBN | 978-979-9096-30-2 |
| Halaman | 400 |
| Ukuran | – |
| Detail Produk | Diterbitkan oleh: ARTHA Wacana Press Jl. Adisucipto 147, Oesapa, Kupang, NTT, Indonesia |
| Stok | Ready |
| Berat | – |
| Harga | Rp. 120.000,- |






Reviews
There are no reviews yet.